Tuesday, September 16, 2008

Mencari...

Aku tak dapat melihat selama ini
Yang kulihat hanya bualan
Tak dapat menjawab keterpukauannya
Di satu sisi melihat bayang
Bayang yang tak di raba
Dan tidak mungkin dirasakan
Semua berasa hampa
Hampa tanpa kebiasaan lama
Lama?
Lama yang tak disadari aku memukaunya
Sungguh berarti kini
Inilah yang seharusnya aku lihat selama ini
Dalam keberadaannya aku hanya menipu diri
Hanya dan hanya
Penyesalan yang tak bisa lagi aku bohongi
Semua berjalan dengan kebohongan
Wajahnya memukaukan aku
Terhanyut dalam bayangnya
Indah tubuhnya
Membuat aku gila sekarang
Semua kebaikan, kecantikannya membuat buruk untukku
Jenuh dengan keterbiasaan...
Keterbiasaan yang kini hinggap peka didiriku
Keterbiasaan tanpa dirimu
Sungguh aku menyayangkan keterpukauanmu
Di manakah sebenarnya yang membuat aku menyesal kini
Penyesalan yang dulu terjadi
Dimana
Aku lelah dengan ini
Mencari
Mencari
Mencari..
Apakah mengetahui sebenarnya aku terbiasa membohongi keelokannya
Sungguh semua itu dulu hanya inginkannya
Caraku yang salah
Aku kini hanya mencari
Mencari dan mencari
Terpuruk kini aku

Wednesday, September 10, 2008

Tak bisa di hapus



Gelap semua terpuruk menjadi hitam
Tak ada yang menerangi
Cahaya terang tak lagi ada
Terauk sudah hati ini
Terpecik, tertutup, terpaku
Robek terpecah pecah
Luka bukan sekedar luka
Luka yang paling dalam
Tak ada yang bisa menghapus
Diam hanya diam
Hanya membuat semakin menjadi
Tak perlu direnungi
Direnungi termenung tersendiri
Hidup penuh luka, sakit, duka
Buat apa hidup?
Ya ampun tersadarlah kini
Hidup penuh cobaan
Aku sadar hidup penuh cobaan
Tapi yang satu ini luka hatiku yang paling dalam
Tak bisa aku hapus
Sakit yang telah mendasar hati
Hati yang hancur....

Mengapa?, kenapa?, bagaimana?, apa?



Kapan semua ini akan berakhir hidupku penuh luka
Luka yang tak bisa di ukir dengan kata kata
Luka dengan seribu rintangan
Luka yang terdalam menusuk di hati
Hati yang luluh
Kebingungan menjadi dasar luka paling sakit
Robek robeklah
Tak kuat aku dengan ini
Luka ku sudah mendasar di lubuk hatiku
Tak ada yang mampu menolongku
Hanya keyakinan yang akan menolongku
Namun keyakinan ku tak dapat hadir di sela sela hidupku..
Kutempuh semua
Mungkin saat tepat belum hadir di sini
Luka ini sudah menjadi – jadi
Perlukah keterbukaan..
Bingung dengan alur hidupku...
Itu memang sudah terbiasa terdengar di telingaku
Telinga yang tak mau di berikan suatu kebenaran..
Luka didasari dengan semua keburukan ku sendiri..
Akh letih...
Mengapa semua ini harus hadir di sini
Kenapa aku menjadi seperti ini
Bagaimana aku harus menghadapi ini
Apa yang harus aku lakukan?
Ukh.....

Monday, September 1, 2008

CINTA


cinta...
bukan berarti sayang...
cinta timbul dari hati...
hati yang paling dalam..
susah di ucap..
cinta, gk berati kelawan jenis..
cinta orang tua ke anaknya,,,
bahkan ada cinta sesama jenis...
cinta menimbulkan keharmonisan..
cinta juga menimbulkan emosi
apa seh cinta???
cinta???
bingung karena cinta??
bearti bingung terhadap hatimu sendiri...
cinta bisa membuka semua jalan yang benar...
karena semua lahir dari hati...
hati engga bisa membohongi semuanya...
hati bearti cinta,,,
cinta bearti hati...
hati yang menjalani cinta..
biarkan hati dan cinta berjalan sendiri...
jangan takut karena cinta...
walau akhirnya pahit...
memang cinta,,,
engga selamnya mengenakan...
cinta.